Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mari Mengenal Anak Berbakat di Sekolah

Kesempatan ini saya coba memberikan ulasan terkait anak berbakat dengan judul “Mari Mengenal Anak Berbakat di Sekolah”. Ini berdasarkan pemahaman saya pribadi ketika membaca referensi anak berbakat. Ada istilah dalam anak berbakat yaitu Gifted dan Talented. Gifted mencakup talented, namun talented menonjol pada satu bidang. 

Baca Juga: Apa Pentingnya Kreativitas Anak dalam Pembelajaran?

Apa Perbedaan Gifted dan Tatented?

Gifted:

Dimaknai dari ukuran intelegensi, identik kebidang akademik, intelegensinya tinggi atau disebut anak cerdas istimewa, kemampuan di atas rata-rata.

Talented:

Dimaknai dari ukuran performa. Misalnya dibidang seni, sosial, kepemimpinan, kreativias dan lain sebagainya.

Apa Persamaan Gifted dan Tatented?

Gifted dan talented sama-sama butuh dukungan pemahaman keluarga, orang sekitar, jika tidak, kecerdasan atau bakat yang ada tidak akan terwujud.

Jika merujuk pada tingat IQ seseorang yakni Normal (80-100), Cerdas (120 -129), Sangat Cerdas (130-139), Jenius (> 140) maka anak berbakat memiliki kemampuan di atas rata-rata ( IQ > 130). Apa yang dimaksud dengan Intelegensi quotient (IQ) seseorang? Intelegensi Quotient atau kercerdasan intelektual seseorang merupakan kemampuan seseorang menalar, memecahkan masalah, memahami gagasan, merencanakan sesuatu, menyatakan pengalaman, menyelesaikan tugas-tugas yang sulit, berfikir dan belajar lebih baik. 

Apa Saja Faktor yang Menentukan IQ? 

(1) Kematangan usia. Perbedaan usia jelas akan menunjukkan perbedaan IQ; (2) Karena IQ sifatnya dibawa sejak lahir maka pembawaan setiap individu dalam memecahkan masalah dan memutuskan sesuatu hal tentu akan berbeda; (3) Lingkungan sosial. Ketika individu dibesarkan dalam kehiduan sosial yang baik atau tidak akan berpengaruh terhadap bagaimana dirinya jadi orang lain tergantung dari apa yang didapatkannya.

Berbeda dengan Emotional Quotient?

Emotional Quotient atau kecerdasan emosional seseorang merupakan kemampuan mengenali dan  mengendalikan diri sendiri maupun orang lain serta menata emosi atau perasaan. Sifatnya dapat diasah.

Lalu Bagaimana Mendiagnosa Anak Berbakat?

Secara langsung dan mudah dilakukan dalam mendiagnosa anak berbakat adalah mengobservasi tingkah laku anak, obervasi prestasinya serta progres perkembangan belajarnya. Disamping itu dilakukan uji IQ pada ahli. Lalu kemudian dapat melakukan wawancara pada orang tua.

Lalu Bagaimana Strategi Pembelajaran Anak Berbakat?

Diskusi kelompok, studi mandiri, metode proyek, karya wisata, bercerita, observasi dan lain sebagainya. Semua metode tersebut merangsang bagaimana anak mengolah pemikirannya , memecahkan masalah, menyimpulkan dan menemukan makna sendiri atas tugas yang sudah dikerjakan. Proses belajar menemukan sesuatu diciptakan oleh anak itu sendiri.

Apa Saja Ciri-ciri Anak Berbakat?

~ Mempunyai perbendaharaan kata yang banyak dibandingkan teman seusianya
~ Mempunyai inisiatif dan banyak gagasan
~ Pengamatan yang tajam
~ Anaknya identik kritis
~ Senang mencoba hal-hal baru yang sifatnya positif dan punya tantangan
~ Cepat menangkap informasi
~ Menjawab pertanyaan dengan baik.

Yang perlu dipahami oleh seorang guru bahwasannya anak berbakat bukan saja belajarnya lebih cepat tetapi juga cara belajarnya berbeda dari teman seusianya, sehingga terkadang guru kewalahan atau menganggap terganggu dengan tindakan anak. Namun kemudian bila guru paham akan ciri ini tentu guru tetap bersikap profesional dan tidak memandang sebagai sebuah hambatan atau gangguan tetapi lebih mencoba mempersiapkan rancangan pembelajaran yang bisa mengakomodir kemampuan anak yang beragam sehingga proses pembelajaran tetap berjalan efektif.

Apa Dampak Anak Berbakat?

Secara akademik:

(1) Perkembangan kognitifnya lebih cepat jadi ada kesenjangan dengan teman lainnya sehingga sering tidak peduli dengan kelompok sebayanya; (2) Suka menarik diri karena merasa tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan, tidak puas dengan pikiran teman sebayanya; (3) Cenderung bosan dalam kelas karena apa yang diajarkan sudah dipahami lebih dulu

Secara Sosial:

(1) Sulit menyesuaikan diri akibat tingkat pemikiran yang berbeda; (2) Merasa tidak diperhatikan. Guru di kelas menghadapi banyak anak yang kemampuannya berbeda, sementara anak tergolong berbakat bisa dibilang satu atau dua orang anak. jadi perhatian guru cenderung pada anak yang kemampuannya di bawah mereka; (3) Suka mengejek teman atau memandang rendah teman; (4) Merasa hebat sehingga muncul sifat sombong; (4) Suka menyendiri; (5) Sibuk dengan pikiran sendiri; (6) Emosi yang tidak stabil dalam menerima informasi karena sifat anak yang kritis, tajam, suka menentang dan menentukan pemikiran sendiri.


Kesimpulan

Perlu diketahui bahwa meskipun ada tingkatan IQ bukan berarti menjadi patokan kecerdasan seseorang karena kecerdasan dan kemampuan otak masih bisa terus dilatih dan berkembang. Jadi seseorang yang tidak tergolong anak berbakat kemampuannya akan terus berkembang ketika diberikan stimulan yang tepat dan lingkungan mendukung. Setiap anak punya keunikan masing-masing untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya.

Demikian ulasan mengenai anak berbakat di sekolah, semoga bisa bermanfaat. Terima kasih...

Post a Comment for "Mari Mengenal Anak Berbakat di Sekolah"