Konsep Belajar dan Pembelajaran Dilengkapi Contoh-contoh


Kesempatan ini kembali mengulas konsep belajar dan pembelajaran dilengkapi contoh-contoh konkret. Kedua konsep ini bukan hal yang asing bagi siapapun pembacanya. Para guru, dosen, mahasiswa/para siswa, peneliti, masyarakat umum, dan berbagai profesi lainnya tidak terpisahkan dari konsep belajar dan pembelajaran. 

Jika dimaknai dari perspektif kehidupan maka sepanjang melakukan aktivitas hidup berarti manusia itu melakukan yang namanya belajar. Artinya belajar itu adalah proses yang manusia lakukan dalam hidup sehari-hari dan terjadi sepanjang hayat. Sedangkan pembelajaran merupakan perwujudan dari berbagai pengalaman hidup yang sifatnya baik/buruk, indah/jelek, negatif/positif yang dijadikan landasan mengambil sebuah sikap untuk bertindak dan berperilaku menjadi lebih baik. 
Muncul pertanyaan “mengapa belajar itu terjadi disepanjang hidup”. Secara sederhana bahwa ditubuh manusia terdapat indra pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan pengecap. Sepanjang ada indra ini, manusia terus belajar. Orang yang mengalami kelainan seperti tunadaksa, tunanetra dan tunarungu sekalipun juga, mereka belajar dengan memanfaatkan kemampuan fungsi masing-masing indra.

Lain halnya makna konsep belajar dan pembelajaran dalam konteks pendidikan. Banyak pakar yang telah menjelaskan definisi dari kedua konsep tersebut. Dari banyaknya definisi yang dikemukkan, maka setiap orang tentu juga memiliki gagasan atau kesimpulan khusus.

Apa Makna Belajar dan Pembelajaran?

Belajar dapat dimaknai sebagai suatu tindakan setiap individu dengan tujuan mendapatkan perubahan perilaku, baik dilakukan secara mandiri maupun terbimbing. Dimana perubahan perilaku bisa berupa pengetahuan bertambah, wawasan lebih luas, dari tidak tau menjadi tau, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak berkompeten menjadi berkompeten, dari tidak mahir menjadi mahir, dari pemahaman yang negatif menjadi positif, dari tidak terampil menjadi terampil dan lain sebagainya. Inilah tujuan dari seseorang belajar. 
Tuntutan perubahan perilaku dalam konsep belajar berorientasi kearah yang lebih baik. Tidak semua perubahan perilaku seseorang dikatakan belajar. Intinya belajar bersifat positif. Sehingga orang yang belajar diharapkan terjadi perubahan perilaku yang relatif menetap dan positif.  

Empat ciri sederhana yang dapat ditunjukkan oleh seseorang yang telah belajar antara lain:
  • Perubahan perilaku bersifat positif atau sesuatu yang menyangkut hal-hal baik.
  • Cenderung dilakukan secara terbimbing atau sistemnya dirancang khusus
  • Belajarnya dalam kondisi sadar
  • Perilaku yang ditunjukkan menjadi teladan bagi orang lain. 

Kemudian pembelajaran merupakan sebuah aktivitas yang dirancang oleh pendidik agar terjadi proses belajar, interaksi aktif antara pendidik dengan peserta didik, sesama peserta didik maupun peserta didik dengan sumber belajar yang telah disediakan. Tujuan pembelajaran yakni perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan agar memiliki kompetensi tertentu baik dari ranah kognitif, afektif maupun psikomotor.
Jadi belajar dan pembelajaran sama-sama memiliki tujuan perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Perbedaannya bahwa belajar, perubahan perilakunya secara spesifik (berbicara sesuai kebutuhan tujuan internal siswa). Tetapi pembelajaran lebih luas (diharapkan sesuai kebutuhan tujuan pendidikan nasional) yakni untuk membantu berkembangnya potensi peserta didik agar mereka menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, bisa mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Adapun komponen belajar terdiri dari siswa dan tujuan pembelajaran. Sementara komponen pembelajaran terdiri dari  pendidik, peserta didik, tujuan pembelajaran, bahan ajar, kegiatan pembelajaran, pendekatatan dan metode, media dan sumber belajar serta evaluasi pembelajaran. Seseorang yang belajar belum tentu melakukan kegiatan pembelajaran. Sebaliknya seseorang yang melakukan kegiatan pembelajaran sudah pasti dia belajar. 

Lalu Apa saja Contoh Konsep Belajar dan Pembelajaran?
#Konsep Belajar 
  • Kiano belum pandai membaca, setelah dibimbing Ibunya selama satu bulan Kiano pandai membaca. Kesimpulan: anak pandai membaca setelah dibimbing oleh ibunya.
  • Mimin belum mampu menuliskan nama sendiri, namun sering kali berlatih menulis sehingga mampu menuliskan nama sendiri tanpa dituliskan oleh ayah bundanya. Kesimpulan: anak pandai menulis setelah latihan mandiri.
  • Seorang anak yang baru masuk Sekolah Dasar dan belum pandai menulis, setelah melalui aktivitas proses pembelajaran di kelas maka tiga bulan kemudian dia sudah bisa menulis dengan rapi. Kesimpulan: anak pandai menulis setelah mengikuti pembelajaran atau bimbingan guru.
  • Boni adalah siswa kelas 2 Sekolah Dasar belum mahir membaca lancar, namun sering melihat dan menyimak teman-temannya membaca buku di perpustakaan. Beberapa minggu kemudian Boni dites membaca oleh guru, ternyata Boni sudah mahir atau tidak lagi mengalami kesulitan dalam membaca. Jadi Boni belajar hanya dengan sering melihat dan menyimak. Kesimpulan: anak mahir membaca setelah latihan mandiri.
  • Aisyah tidak terampil dalam mewarnai, setelah dibimbing oleh guru berkali-kali Aisyah jadi terampil mewarnai. Kesimpulan: anak terampil mewarnai setelah dibimbing guru. 
  • Didik belajar pianika lagu "Dua Mata Saya", setelah beberapa kali pertemuan dilatih, Didik bisa main pianika dengan lagu tersebut. Kesimpulan: anak bisa main pianika setelah dibimbing oleh guru seni. 
  • Rara dapat menghitung penjumlahan bilangan dua angka setelah mengerjakan latihan berkali kali. Kesimpulan: anak bisa menghitung setelah latihan mandiri.
  • Denty baru masuk SD, ia suka malu-malu bergaul dengan teman sekelas, namun setelah beberapa minggu, mulailah berani mendekati teman-temannya mengobrol. Kesimpulan: anak bisa bergaul setelah terlatih mentalnya oleh lingkungan sekolah dan kelas.
  • Marsa belum pandai mengayuh sepeda, setelah berhari-hari latihan dia pandai bermain sepeda dengan begitu lancar tanpa ragu. Kesimpulan: anak pandai karena latihan mandiri. 
  • Ketika sedang berkumpul dan diskusi bersama tiba-tiba ada salah satu anak  menutup mulut dengan telunjuk dia, maka mengisyaratkan untuk tidak berbicara/dilarang berbicara. Kesimpulannya: belajar memahami isyarat di sekitar.
  • Anak-anak di sekolah berhenti bermain ketika mendengarkan bel berbunyi, maka mengisyaratkan jam istirahat selesai dan masuk di kelas. Kesimpulan: belajar memahami isyarat di sekitar.
#Konsep Pembelajaran
  • Pak Arya mengajarkan tema drama kepada siswa kelas IV B dengan metode bermain peran 
  • Bu Anom membawa siswanya di perkebunan dekat sekolah untuk belajar menanam jangung secara langsung.
  • Para siswa kelas VI SD diajak oleh guru berkunjung langsung di tempat pembuatan tempe untuk mengetahui bahan-bahan dan cara membuat tempe. 
  • Guru kelas 1B mengajarkan cara mencuci tangan yang benar menggunakan media visual (vidio) dan siswa memperagakan cara mencuci tangan tersebut ditempat yang telah disediakan.
  • Guru mengajak para siswa kelas V SD ke kebun binatang untuk mengamati ciri-ciri hewan.
  • Guru mengajarkan topik jenis sayuran kepada siswa dengan membawa langsung ke perkebunan sayur dekat sekolah sehingga mereka melihat jenis sayuran dan bisa mengamati langsung ciri-cirinya.

Contoh di atas hanya berupa contoh sederhana untuk memberikan gambaran perbedaan kedua konsep. Masih banyak contoh lainnya. Demikian ulasan perbedaan konsep belajar dan pembelajaran, semoga bermanfaat.

Terima kasih.

0 Response to "Konsep Belajar dan Pembelajaran Dilengkapi Contoh-contoh"

Post a Comment

Mohon Berkomentar Sesuai Topik Artikel dan Bahasa yang Sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel