Mengapa Diskusi Kelompok Sangat Penting dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar?

Diskusi kelompok tergolong sebuah metode dan merupakan satu dari berbagai macam metode lainnya yang sering digunakan dalam pembelajaran di kelas. Kesempatan ini saya mencoba mengulas seberapa penting diskusi kelompok dalam proses pembelajaran. Tentu penggunaan metode pembelajaran ini disesuaikan dengan materi pelajaran. Tidak semua materi dapat dibelajarkan dengan metode yang sama dalam hal ini diskusi kelompok.


Apa Makna Diskusi Kelompok?

Secara sederhana diskusi bisa dikatakan sebagai kegiatan berdialog tentang suatu masalah. Di dalam kegiatan diskusi ini ada unsur berbagi atau sharing pendapat. Tidak saling mengejek maupun menyalahkan pendapat satu sama lain. 
Jadi diskusi kelompok dalam proses pembelajaran berarti berdialog sesama teman kelompok dan antar kelompok tentang suatu permasalahan terkait materi pembelajaran yang dilakukan secara terarah dipandu oleh guru. 
Sebelum diskusi kelompok dilakukan tentu saja guru sudah menyusun proses pembelajarannya secara sistematis. Berjalannya diskusi dengan efektif tergantung pengelolalan kelas dan guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Lalu Apa Pentingnya Diskusi Kelompok dalam Proses Pembelajaran?

Permasalahan dalam pembelajaran dipecahkan langsung oleh siswa sehingga apa yang mereka pelajari akan menjadi ingatan jangka panjang. Secara otomatis akan terwujud pembelajaran bermakna. 
Setiap siswa dalam proses diskusi kelompok diberi tanggung jawab masing-masing. Ini akan mencegah rasa jenuh dan mengantuk saat pembelajaran berlangsung. Tanggung jawab itu yang membuat mereka mempersiapkan diri dan benar-benar fokus pada pembelajaran. 
Ketika proses diskusi, setiap siswa dalam kelompoknya memberikan pendapat, gagasan, pertanyaan, jawaban, sanggahan dan lain sebagainya. Hal ini menimbulkan interaksi satu sama lain. Disinilah keaktifan siswa. Sehingga dapat mengasah kreativitas siswa semakin berkembang dalam kemampuan berpikirnya. 
Interaksi guru dengan siswa atau sebaliknya dan sesama siswa akan menambah wawasan sebab apa yang diketahui oleh setiap siswa kemungkinan saja belum diketahui oleh guru. Begitupun siswa akan luas wawasannya ketika proses sharing pendapat sesama teman. Pengembangan interaksi ketiganya juga akan memberikan pandangan positif kepada siswa bahwa mereka merasa guru itu seolah-olah menjadi sahabat bagi mereka. Ini Memungkinkan siswa betah berlama-lama di kelas selama proses pembelajaran. 
Jika diskusi dilatih secara terus menerus maka tidak hanya mengembangkan kreativitas siswa dalam mengeluarkan gagasan, pendapat, pertanyaan dan sanggahan tetapi juga membantu melatih anak berkomunikasi baik ketika kelak berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat. 
Diskusi menjadi salah satu wadah dalam menanamkan sikap demokratis kepada setiap siswa karena masing-masing siswa dalam kelompoknya berhak mengeluarkan gagasan, pendapat termasuk kritik. Setiap siswa diajak berlatih menerima perbedaan yang ditonjolkan dalam setiap kelompok.


Bagimana Tips Menghadapi Kecenderungan Siswa yang Pasif Berdiskusi Kelompok?

Mengapa muncul pertanyaan demikian? Sebab terkadang siswa yang dipandang aktif di kelas hanya sebagian kecil saja atau selalu siswa itu-itu saja yang aktif. Karena yang dibelajarkan siswa Sekolah Dasar, maka tips ini menjadi penting untuk dipahami oleh guru agar bisa membangun kebiasaan siswa berpartisipasi aktif sehingga perlahan-lahan kebiasaan siswa pasif ditinggalkan oleh siswa

  • Upayakan untuk mengenal karakteristik masing-masing siswa di kelas

Karakteristik ini antara lain ada siswa yang pendiam, siswa yang aktif berkomunikasi, siswa yang mampu mengeluarkan pendapat atau gagasan secara lisan, ada yang harus menuangkan gagasannya melalui tulisan, lalu ada siswa yang berada dalam kategori kemampuannya tinggi, sedang dan rendah. Sehingga setiap kelompok memiliki kemampuan karakteristik yang beragam untuk saling melengkapi kekurangan satu sama lain. Jangan mengumpulkan satu kelompok yang heterogen. Itu akan membuat proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Karena kelompok yang didominasi siswa pendiam dan rata-rata kemampuanya rendah sulit untuk aktif. Dengan dikelompokkan secara heterogen akan mudah bekerja sama memecahan permasalahan pembelajaran.

  • Upayakan diskusi kelompok pada materi yang benar-benar terkait dengan realitas kehidupan anak sehari-hari

Tips kedua ini menunjukkan bahwa diskusi kelompok dipandang relevan dengan pembelajaran sosial atau materi terkait IPS. Siswa diajak belajar terlibat langsung sesuai dengan apa yang diamati maupun dialami secara langsung oleh mereka di kehidupan nyata. Sesuatu yang dibelajarkan sesuai apa yang ada di sekitar anak menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Bermakna artinya berkualitas. 

  • Guru harus selalu bersedia mendengarkan pendapat dan gagasan siswanya

Guru ditekankan bukan hanya mendengarkan siswa yang gagasanya dipandang tepat. Siswa yang memiliki gagasan yang kurang tepat juga harus mendapatkan perhatian yang sama oleh guru. Pada prinsipnya tidak ada yang salah pada setiap siswa dalam mengutarakan gagasannya. Karena itu hak mereka. Kewajiban guru adalah meluruskan pandangan siswa sehingga gagasan yang dikeluarkan menjadi lebih tepat. Guru harus memberikan apresiasi yang sama kepada setiap anak. Tindakan ini membuka peluang kepada anak yang selalu ragu-ragu untuk menyatakan gagasannya menjadi tidak ragu atau berani karena melihat apresiasi yang ditunjukkan guru tidak ada yang salah dengan komentar anak.  

  • Guru perlu juga mengatur posisi duduk setiap anggota kelompok

Membagi anggota kelompok tidak hanya melihat karakteristiknya tetapi juga pengaturan posisi duduk setiap anak. Jangan sampai yang pendiam duduk berdampingan sama-sama pendiam. Jadinya sangat pasif sekali. Sebaiknya duduk di selang-seling antara anak yang pendiam dan aktif berbicara. Biasanya jika kita merasa ada sesuatu yang ingin ditanyakan maka orang disamping kitalah yang lebih dulu kita tanya. Inilah yang membantu anak pendiam agar mudah diajak berkomunikasi lebih aktif. 

  • Persiapkan strategi khusus untuk menghadapi siswa yang memang sulit diajak berdiskusi 

Meskipun sudah melaksanakan sesuai dengan rencana awal. Kesulitan ini bukan karena faktor anak tidak mempunyai gagasan, pendapat, sanggahan tapi karena karakteristik anak berbeda-beda seperti yang telah saya uraikan di atas. Terkadang kita melihat siswa "A" kebanyakan diam sulit ngomong saat pembelajaran, tapi menuliskan pendapat dia di kertas jauh lebih bagus. Begitupula sebaliknya ada siswa yang aktif berbicara tapi melihat tulisan yang dituangkan melalui kertas tidak lebih baik. Oleh sebab itu tidak bisa dijadikan satu ukuran paten keaktifan siswa di kelas. 
Keefektifan dari kelima tips di atas tergantung dari kesiapan guru dalam membelajarkan siswanya di kelas. Guru perlu maksimal dalam mengelola kelas. Kunci kesuksesaan pembelajaran di kelas hanya bisa diberikan oleh guru yang bersangkutan. 

Demikian saya memaknai pentingnya melakukan diskusi kelompok dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Itu hanya sebahagian saja, kemungkinan besar masih banyak manfaat lainnya yang tidak tercantum dalam ulasan tersebut. Semoga bermanfaat.

Terimakasih...

1 Response to "Mengapa Diskusi Kelompok Sangat Penting dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar?"

  1. join dengan kami situs terpercaya dan teraman Proses
    Transaksi Yang Cepat Dan Super Mudah
    cs online 1x24 jam
    Minimal Depo 20rb & WD 50rb
    BBM : areatoto

    ReplyDelete

Mohon Berkomentar Sesuai Topik Artikel dan Bahasa yang Sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel