Mengapa Guru Sekolah Dasar Perlu Melakukan Inovasi Pembelajaran?

Memahami Pembelajaran dan Keterbatasaanya...

Makna pembelajaran sangat luas. Dengan itu saya mengasumsikan pembelajaran dalam konteks di ruang kelas. Dikatakan sebagai pembelajaran jika memuat empat hal, ada guru, proses itu sendiri, siswa dan perangkat pendukung pembelajaran (buku siswa/buku guru, media/alat bantu, silabus, RPP, strategi pembelajaran) ataupun sumber belajar lainnya yang masih memiliki relevansi.

Sehingga pembelajaran dapat diartikan sebagai proses interaksi antara guru dengan siswa atau sebaliknya maupun sesama siswa, dibantu dan ditunjang dengan menggunakan perangkat pendukung pembelajaran hingga tercapai kompetensi pembelajaran yang ingin di capai. 

Pembelajaran yang diharapkan tentu yang berkualitas. Artinya siswa mencapai kompetensinya sesuai yang telah ditetapkan. Tidak mudah untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas. Butuh waktu, energi, pikiran bahkan dana yang cukup besar guna merancang pembelajaran yang diinginkan. Disatu sisi pembelajaran berkualitas merupakan tanggung jawab guru dalam mengelola pembelajaran dan ini bisa terwujud melalui keterampilan guru yang baik.

Namun tidak berhenti begitu saja, guru selalu berupaya memaksimalkan pembelajaran dengan segala keterbatasan yang ada. Baik dari segi bahan ajar yang tidak memadai maupun ketersediaan media dan sumber belajar lainnya sebagai faktor pendukung dalam keberhasilan pembelajaran. Ini dibuktikan dengan kegigihan seorang guru memberikan ilmu kepada muridnya di kelas tanpa batas.

Tidak lupa pula kita harus memahami bersama bahwa keterbatasan yang dimiliki guru wilayah perkotaan, pedesaan serta pelosok tentu akan berbeda-beda. Tugas guru mengajar yang menjadi rutinitas sehari-hari tidak mungkin ditunda hanya karena adanya keterbatasan. Proses pembelajaran mesti terus berjalan, ibarat pembelajaran adalah sebuah kebutuhan sehari-hari.

Meskipun dengan kondisi demikian, gurupun tidak bisa untuk terus terlena dan terbawa susana yang ada. Perlahan-lahan harus bisa mencoba melakukan inovasi/pembaharuan dalam pembelajaran. Ini dapat dilakukan dari hal-hal kecil. Jangan berpikir langsung ingin memberi yang wao bagi orang lain. Tapi berusaha mulai membenahi proses yang berjalan bukan merubah proses itu dan sekaligus menjadi evaluasi yang sudah kita lakukan selama bertahun-tahun mengajar.

Perubahan tidak akan mundur tapi akan selalu hadir diperhadapkan di depan mata apapun yang terkait tugas pokok kita seorang guru. Olehnya itu kita harus berusaha menerima dengan lapang dada perubahan yang ada. Karena kita bicara di sekolah, ini menyangkut perubahan kurikulum. 

Berlakunya kurikulum 2013 menambah beban keterbatasan seorang guru dari segi ketersediaan buku siswa. Materi yang dangkal, sulit bagi guru mengatur waktu untuk menyiapkan materi pendukung, karena materi yang ada dirasa sangat minim. Ditambah lagi tugas guru yang harus bergelut dengan administrasi. Diperparah oleh beberapa guru yang masih minim pegetahuannya dalam mengoperasikan komputer/leptop. 

Sesungguhnya itu semua tidak menjadi persoalan besar sepanjang kita mampu menyikapinya dengan baik. Artinya siap menjalankan sesuai batas kemampuan. Karena hidup ini terus berlajar.  Jangan patah semangat.

Bagaimanapun kurikulumnya, seorang guru tetap saja fokus memikirkan bagaimana murid yang dibelajarkan bisa nyaman menerima materi di kelas, semangat/antusias, tidak jenuh, termotivasi, menunjukkan perilakunya yang baik dan tentu sebisanya guru juga menjadi teladan bagi murid.

  • Simpulan sederhana pembelajaran dan keterbatasannya berdasarkan uraian di atas:


Guru terbiasa dengan pembelajaran tradisional, olehnya itu sulit melakukan pembenahan dan evaluasi proses pembelajarannya
Ketidaksiapan mental guru dalam menerima perubahan terkait tugas pokoknya 
Kebanyakan administrasi yang harus disiapkan, belum lagi menyiapkan serangkaian kebutuhan pembelajaran di kelas, sehingga mengajarpun tanpa persiapan ditambah lagi menekankan siswanya untuk paham materi yang diajarkan.
Keterbatasan dalam mengoperasikan komputer/leptop yang menjadi alat bantu yang begitu penting bagi guru mempermudah proses dalam bekerja 
Bicara penghasilan guru pada konteks di daerah-daerah semua orang tau tidak sebesar penghasilan di kota-kota besar. Sekalipun sekarag ada tunjangan sertifikasi juga belum sepenuhnya menunjukkan adanya perubahan dalam mengelola pembelajaran yang lebih baik. Apalagi memiliki jumlah anggota keluarga yang banyak, kebutuhan anak-anak sekolah, kuliah dan lain-lain. Sedikit banyaknya hal ini berpengaruh pada kinerja guru di sekolah. 
Secara umum juga ada keterbatasan lain seperti sarana dan prasarana kurang memadai, kepala sekolah yang kurang profesional, penegakan disiplin kerja yang kurang maksimal, serta bisa saja guru tidak menyadari memberi contoh yang kurang tepat pada siswanya.

Lalu Apa Alasan Perlunya Inovasi Pembelajaran? 

Pertanyaan mengapa perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran, saya yakin para guru bisa mengetahui alasan mendasar. 

Secara umum inovasi pembelajaran bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih baik. Muncul pertanyaan, apakah pembelajaran yang sebelumnya tidak baik, kurang baik atau buruk sekali? Tentu jawabannya tidak...

Lalu tujuan khusus inovasi dilakukan adalah memperbaiki segala kekurangan dari pembelajaran sebelumnya. Sekaligus menjadi evaluasi proses pembelajarannya. Olehnya itu perlu adanya inovasi pembelajaran. 

Karena inovasi dilakukan untuk memperbaiki kekurangan proses pembelajaran sebelumnya. Maka kekurangan ini menjadi masalah yang harus ditinjau ulang. Adapun beberapa masalah tersebut dari hasi pengamatan di kelas selama mengajar di Sekolah Dasar, berikut gambarannya:
Guru tidak mengenal adanya desain pembelajaran, yang ada hanya bagaimana mengajarkan materi dengan prinsip asal materi terdengar oleh siswa. Persoalan mengerti atau tidak menjadi tanggung jawab siswa. 
Guru mengajar dengan sistem satu arah, siswa menjadi pendengar yang baik dan jarang dilibatkan dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa menjadi bosan, mengantuk, tidak bersemangat dalam pembelajaran bahkan tidak mengerti sama sekali. 
Pembelajaran guru masih bersifat abstrak sehingga siswa hanya dapat menghayal dan menghafal materi yang disampaikan. Seharusnya pembelajaran bersifat kontekstual sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. 
Dalam pembelajaran, guru tidak menentukan tujuan pembelajaran dari awal melainkan mengajar berdasarkan apa yang telah ditentukan oleh buku paket yang telah ada dan tidak dianalisis dengan baik. 
Guru masih terus berpendapat bahwa rendahnya hasil belajar, prestasi siswa karena kesalahan siswa sendiri dan guru merasa menjadi orang paling benar dalam pembelajaran. Guru tidak mengintropeksi diri bahwa sebagian tolak ukur keberhasilan siswa ada pada kompetensi guru. 
Guru pada umumnya tidak melakukan refleksi dalam pembelajaran, apabila siswa memperoleh hasil belajar yang rendah, maka guru akan menambah angka secara subyektif sehingga hasilnya meningkat saat penulisan nilai di rapor siswa sehingga nampak semua berhasil dalam pembelajaran. 
Guru tidak memahami makna dan sistem evaluasi yang baik dan benar yang selama ini evaluasi selalu identik dengan melakukan tes terhadap siswa. Alat evaluasi yang diciptakan sangat sederhana dan tidak dianalisis dengan baik sehingga bisa jadi tidak benar untuk  menggambarkan kemampuan siswa. 
Guru sering kali menyuruh siswa memindahkan materi pada buku paket dengan cara mencatat. Dalam konteks seperti ini, menganggap tugas guru hanya sebagai rutinitas setiap hari bukan layaknya sebagai seorang pendidik yang professional. 
Tidak adanya perlakuan entering behavior, guru selalu menyamaratakan  kemampuan siswa di kelas.
Permasalahan di atas, tidak hanya terjadi pada masa berlakunya kurikulum 2006 (KTSP) tapi juga masa diberlakukannya kurikulum 2013 (K-13). Saya tidak mengutarkan bagaimana kondisi pembelajaran sebelum KTSP, sebab mulai mengajar sejak berlakunya KTSP. Tapi asumsi saya kira-kira tidak jauh berbedalah.

  • Simpulan dasar mengapa perlu melakukan inovasi pembelajaran berdasarkan uraian di atas:


Guru masih kurang paham tentang desain pembelajaran 
Pembelajaran dengan sistem satu arah 
Pembelajaran bersifat abstrak 
Tidak menetapkan tujuan khusus dalam setiap pembelajaran 
Masih ada guru yang berasumsi bahwa ketidakberhasilan murid adalah kesalahan murid sendiri 
Kurangnya refleksi pembelajaran yang dilakukan guru 
Masih ada guru yang kurang paham dengan evaluasi yang baik dan benar 
Masih ada guru yang menyuruh siswa untuk mencatat materi sampai habis dan siswanya lelah 
Tidak melakukan entering behavior/meninjau perilaku awal terkait kemampuan apa yang sudah dimiliki masing-masing siswa

Kemudian Ada Sekilas Tips Menemukan dan Menerapkan Inovasi yang Tepat?

Kenali masalah yang kita temukan di dalam kelas 
Lakukan perbaikan masalah tersebut dari hal-hal yang kecil 
Biasakan konsisten dengan apa yang dilakukan 
Berusahalah mencoba strategi baru untuk masalah baru, sebab bukan suatu kesalahan berani mencoba hal baru, apa lagi untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran
Tuangkan pemikiran kita secara total artinya fokus menyelesaikan masalah 
Bersedia komunikasi terbuka dan baik dengan orang lain sehingga bisa bersama-sama menemukan ide menyelesaikan masalah baru 
Jangan sungkan bertanya kepada orang yang dianggap mampu membantu memberikan ide untuk menyelesaikan masalah, karena masing-masing orang punya pengalaman berbeda serta kelebihan yang kita tidak miliki.
Beberapa tips ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi guru yang sudah sekian lama bergelut di sekolah...saya yakin guru punya cara jitu masing-masing yang dipandang ampuh menyelesaikan masalah dalam proses pembelajaran di kelas. Hanya apakah semua yang dituangkan berupa cara/ide/atau gagasan itu sudah diterapkan atau tidak, maka kembali pada individu masing-masing guru. 

Seperti itulah saya memaknai mengapa perlu adanya inovasi dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Ini hanya sesuai hasil pengataman saya untuk pembelajaran yang terjadi di daerah. Lainnya halnya berbicara pembelajaran di kota besar. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman.
Terimakasih...

0 Response to "Mengapa Guru Sekolah Dasar Perlu Melakukan Inovasi Pembelajaran?"

Post a Comment

Mohon Berkomentar Sesuai Topik Artikel dan Bahasa yang Sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel